Langsung ke konten utama

Internet of Things Untuk Pembangunan Desa



Internet of Things Untuk Pembangunan Desa - Untuk mengetahui kejadian di Jakarta atau tempat-tempat lain di Indonesia saat ini sudah sangat mudah. Untuk memantau tren mode, tren bisnis dan hal-hal lainnya di seluruh dunia kini serba mudah dan cepat.

Internet menjadi media penyebarannya. Mulai dari urusan belanja, pekerjaan kantor, mencari pelanggan bisnis, informasi pasar, berita perceraian selebriti, sampai urusan kontak jodoh kini serba dimudahkan oleh internet.

Secara sederhana hal tersebut didefinisikan sebagai "Internet Of Things". Memanfaatkan internet untuk memudahkan aktivitas manusia dalam berbagai hal. Bagaimana jika peluang Internet Of Things dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa?

Diskusi mengenai IoT (Internet of Things) saat ini sudah menjadi salah satu fokus utama masyarakat global mengingat begitu besarnya fungsi internet yang dapat menunjang dan mempercepat kemajuan di berbagai bidang.

Penggunaan internet misalnya untuk pengembangan pertanian, yang menghubungkan petani dengan pemodal, dan jejaring pasar, kini hadir Startup bisnis berbasis aplikasi dengan berbagai jenis dan fokusnya.

Artinya peluang sudah sangat dekat. Jadi sudah semestinya para stakeholder mampu menangkap isu Internet of Things ini. Sebaliknya jika peluang ini tak dapat direspon dan dimanfaatkan dengan tepat, bisa dipastikan kita akan tertinggal jauh.

Peluang Di Depan Mata Di ujung Jari

Dengan menjamurnya smartphone hingga ke desa-desa membawa "Peluang di depan mata diujung jari". Berdasarkan data Kominfo, jumlah transaksi online pada tahun 2016 mencapai Rp. 68 Triliun dan diperkirakan jumlah pengguna smartphone di Indonesia mencapai lebih dari 100 juta orang di tahun 2018. Dengan demikian, peluang terbuka luas tinggal kita apakah mampu menjemput dan memanfaatkannya.

Desa Smart

Mempercepat pembangunan ekonomi desa tentu membutuhkan skenario yang tepat dan keterlibatan semua pihak mulai dari pemerintah desa sampai masyarakatnya. Pemerintah desa dituntut untuk membuat kebijakan dan merumuskan program-program prmbangunan yang efektif dan efisien dan yang lebih penting mampu mencerdaskan masyarakat.

Untuk efisiensi informasi, pemerintah desa bisa memantau data kependudukan, peta potensi desa, siklus barang dan jasa di desa, media promosi, bahkan untuk saling menyapa dengan masyarakat desa dan masyarakat luas.

Presiden Jokowi, Walikota Bandung Ridwan Kamil adalah contoh figur pemimpin yang memanfaatkan internet dan smartphone untuk mengefisiensi aktivitas pemerintahannya. Lalu apa alasan seorang kepala desa tidak mampu melakukan hal serupa?

Desa Sejahtera

Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa, selain adanya aktifitas produksi yang baik juga diperlukan alur distribusi barang dan dan jasa yang berkelanjutan. Di sini peran internet sangat penting.

Tinggal browsing di google, posting di sosial media FB, Twitter, Youtube dll, contoh barang dan jasa yang ada dimasyarakat, tidak menunggu lama sudah terjadi tawar menawar atau bisa meminjam istilah "klik ketemuan deal". Dengan sendirinya ekonomi dapat bergerak cepat dan alternatif pekerjaan dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat desa.

Dikotomi desa-kota, maju-tertinggal sudah bisa ditinggalkan hari ini dengan memanfaatkan Internet Of Things. Pemerintah desa mau tak mau harus merespon dengan proaktif setiap keadaan. Mulai dari penyiapan sistem, infrastruktur dan anggaran. Dengan demikian, desa akan bisa bergerak maju dan dengan serta merta terjadi percepatan pembangunan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan dari semua ini adalah semua pihak harus memiliki kesadaran dan pemahaman bahwa desa merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat dunia dan sudah saatnya desa memenangkan kehidupannya dengan memaksimalkan segala potensi yang ada.

Untuk sampai pada hal tersebut, dibutuhkan seorang pemimpin desa yang visioner mampu membaca tanda-tanda zaman dan yang lebih penting lagi kepemimpinannya digunakan untuk mensejahterakan masyarakat.

Postingan populer dari blog ini

The Power of Pak Kades

The Power of Pak Kades - Tulisan yang sedang anda baca saat ini bersumber dari hasil wawancara saya dengan seorang Kepala desa dari bumi Kolaka Utara. Seorang yang cukup inspiratif. Saya mengenalnya sudah lama sejak kami masih sama-sama mahasiswa dan aktif di organisasi, Masykuri namanya. Sungguh ini adalah kesempatan yang baik, saya akan berusaha untuk menjelaskan mengapa sosok Pak kades ini muncul di BRITADESA. Dia muda, energik, mau berbuat dan yang paling penting dia punya visi yang kuat. Baginya desa yang sejahtera bukan hanya terbangun secara fisik saja melainkan pembangunan manusia juga merupakan hal yang sangat penting. Dari diskusi dengan pak kades ini saya mendapatkan banyak pelajaran. Beberapa program pembangunan sudah dia canangkan, dan salah satu yang paling menarik yaitu program membangun kelas paralel sekolah dasar di salah satu dusun yang terletak di pegunungan. Berangkat dari latar belakang untuk mempersiapkan generasi menghadapi zaman yang penuh tantangan...

MELOKALKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) UNTUK PEMBANGUNAN DESA

Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu upaya terencana dan tersistematis untuk mengarah pada perubahan yang lebih baik dengan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan hidup generasi mendatang. Konsep pembangunan berkelanjutan, Sustainable Development Goals (SDGs) dianggap lebih mampu memberikan solusi ke arah pembangunan yang tepat dan mampu menjawab beberapa masalah yang belum terjawab dimasa lalu (MDGs, Millenium Development Goals).  Sehingga, ker angka SDGs yang dimaksud diharapkan dapat menjadi jawaban setiap tantangan dunia yang selalu berubah dari waktu ke waktu, dimana SDGs disusun berdasarkan skala pembangunan kebutuhan masyarakat dunia dengan tiga prioritas utama, Human Development, Economic Development, dan Environment Development. Human development menawarkan gagasan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas, akses terhadap pelayanan kesehatan yang humanis, penegakan hukum, perdamaian dan kebebasan akan pilihan-pilihan rasional da...

TERANG CRAFT, KELOMPOK USAHA OLAHAN BATOK KELAPA DESA SINORANG

Kali ini saya berkesempatan meliput salah satu aktifitas kreatif anak-anak muda desa Sinorang Kecamatan Batui Selatan Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Usaha kreatif yang mereka jalankan adalah "Terang Craft" yaitu kelompok perajin batok kelapa yang fokus mengolah batok kelapa menjadi berbagai macam produk seperti  Perabot rumah/kantor, alat konsumsi, aksesoris dan berbagi produk lainnya. Salah seorang narasumber, Parto Hamis sekaligus pelaku usaha ini menuturkan awal mula berdirinya Terang Craft pada Juli 2019, dengan anggota kelompok 5 orang. Kelompok usaha ini diinisiasi oleh seorang masyarakat desa Sinorang namanya pak dayak, pada tahun 2015. Nanti tahun 2019 ini barulah saya bersama kawan-kawan mencoba mengajak perusahaan  membesarkan usaha kelompok,  sehingga terbentuklah nama kelompok Terang Craft. Menurut Parto Hamis. Yang menarik, kelompok usaha ini disupport pendanaan dari pihak perusahaan, JOB Pertamina medco E&P Tomori Sulawesi yang beroperasi di...