Langsung ke konten utama

TERANG CRAFT, KELOMPOK USAHA OLAHAN BATOK KELAPA DESA SINORANG


Kali ini saya berkesempatan meliput salah satu aktifitas kreatif anak-anak muda desa Sinorang Kecamatan Batui Selatan Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Usaha kreatif yang mereka jalankan adalah "Terang Craft" yaitu kelompok perajin batok kelapa yang fokus mengolah batok kelapa menjadi berbagai macam produk seperti  Perabot rumah/kantor, alat konsumsi, aksesoris dan berbagi produk lainnya.

Salah seorang narasumber, Parto Hamis sekaligus pelaku usaha ini menuturkan awal mula berdirinya Terang Craft pada Juli 2019, dengan anggota kelompok 5 orang.

Kelompok usaha ini diinisiasi oleh seorang masyarakat desa Sinorang namanya pak dayak, pada tahun 2015. Nanti tahun 2019 ini barulah saya bersama kawan-kawan mencoba mengajak perusahaan  membesarkan usaha kelompok,  sehingga terbentuklah nama kelompok Terang Craft. Menurut Parto Hamis.

Yang menarik, kelompok usaha ini disupport pendanaan dari pihak perusahaan, JOB Pertamina medco E&P Tomori Sulawesi yang beroperasi di desa Sinorang.

Lanjut, menurut Parto Hamis, tujuan kami untuk memanfaatkan limbah kelapa yang ada di desa supaya bisa termanfaatkan secara maksimal dan mendapatkan keuntungan. Karena kami melihat selama ini tempurung kelapa hanya sebatas di jadikan arang tempurung bahkan ada yang tidak termanfaatkan sama sekali.


Melalui usaha ini, kami berharap kedepannya bukan hanya kami saja yang menekuni usaha kerajinan, tetapi akan mengajak teman-teman pemuda yang lainnya untuk membuka kelompok baru, sehingga bisa menambah luas lapangan kerja di desa.

TANTANGAN VS PELUANG

Aktifitas usaha kelompok ini sudah mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi mereka dan sedikit-demi sedikit sudah dikenal masyarakat luas. Kebanyakan peminat dari masyarakat kecamatan Batui Selatan, kecamatan tetangga dan kota luwuk. Bahkan, omset pada bulan oktober 2019 ini sudah mencapai 4,5 juta. Hal ini tentu merupakan peluang baru di desa untuk dikembangkan.

Namun, beberapa kendala di lapangan masih membuat kelompok usaha kerajinan ini belum berkembang pesat.
Skill yang masih lemah dan pemahaman akan product knowledge belum terpenuhi, salah satunya karena belum ada pelatihan ataupun mengikuti study banding.

Selain itu, keterbatasan mesin produksi yang berdampak pada lambatnya pembuatan produk dan rendahnya kualitas. Yang paling urgen adalah belum tuntasnya pemasaran.


Selain itu, masih perlu gebrakan dan terobosan. Sampai saat ini dukungan pemerintah setempat masih sebatas motivasi saja. Belum ada gebrakan yang melibatkan anggaran Desa maupun dari Pemda setempat.

Potensi alam desa sinorang yang kaya komoditas unggul dan objek wisata pesisir serta wisata kuliner merupakan karunia Tuhan yang patut disyukuri dan dikembangkan. Yang lebih penting, adalah spirit perjuangan anak-anak muda yang optimis menatap masa depan, harus terjaga dan diapresiasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Power of Pak Kades

The Power of Pak Kades - Tulisan yang sedang anda baca saat ini bersumber dari hasil wawancara saya dengan seorang Kepala desa dari bumi Kolaka Utara. Seorang yang cukup inspiratif. Saya mengenalnya sudah lama sejak kami masih sama-sama mahasiswa dan aktif di organisasi, Masykuri namanya. Sungguh ini adalah kesempatan yang baik, saya akan berusaha untuk menjelaskan mengapa sosok Pak kades ini muncul di BRITADESA. Dia muda, energik, mau berbuat dan yang paling penting dia punya visi yang kuat. Baginya desa yang sejahtera bukan hanya terbangun secara fisik saja melainkan pembangunan manusia juga merupakan hal yang sangat penting. Dari diskusi dengan pak kades ini saya mendapatkan banyak pelajaran. Beberapa program pembangunan sudah dia canangkan, dan salah satu yang paling menarik yaitu program membangun kelas paralel sekolah dasar di salah satu dusun yang terletak di pegunungan. Berangkat dari latar belakang untuk mempersiapkan generasi menghadapi zaman yang penuh tantangan...

MELOKALKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) UNTUK PEMBANGUNAN DESA

Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu upaya terencana dan tersistematis untuk mengarah pada perubahan yang lebih baik dengan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan hidup generasi mendatang. Konsep pembangunan berkelanjutan, Sustainable Development Goals (SDGs) dianggap lebih mampu memberikan solusi ke arah pembangunan yang tepat dan mampu menjawab beberapa masalah yang belum terjawab dimasa lalu (MDGs, Millenium Development Goals).  Sehingga, ker angka SDGs yang dimaksud diharapkan dapat menjadi jawaban setiap tantangan dunia yang selalu berubah dari waktu ke waktu, dimana SDGs disusun berdasarkan skala pembangunan kebutuhan masyarakat dunia dengan tiga prioritas utama, Human Development, Economic Development, dan Environment Development. Human development menawarkan gagasan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas, akses terhadap pelayanan kesehatan yang humanis, penegakan hukum, perdamaian dan kebebasan akan pilihan-pilihan rasional da...